https://www.journal.unucirebon.ac.id/index.php/counselive/issue/feed COUNSELIVE: Jurnal Konseling Kehidupan 2026-07-16T13:42:39+00:00 Elin Maulida Rahmawati elinmaulida@unucirebon.ac.id Open Journal Systems <p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="98" data-end="414"><strong>COUNSELIVE: Jurnal Konseling Kehidupan</strong> is published by LPPM, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. This journal focuses on the development of theory, practice, and innovation in counseling science, as well as the holistic study of human development.</p> <p data-start="416" data-end="774">The journal embraces the spirit of <em data-start="451" data-end="483">“Nurturing Hope, Guiding Life”</em>, with the tagline <em data-start="502" data-end="578">“Advancing Counseling for Human Growth and Well-Being Across the Lifespan”</em>. It serves as an academic platform for researchers, lecturers, practitioners, and students to publish scholarly work focusing on lifespan development, human well-being, and holistic human growth.</p> <p data-start="776" data-end="1089">The scope of the journal includes broader counseling contexts such as family, community, organizational, multicultural settings, as well as educational counseling studies that are theoretical, conceptual, and model-development oriented, rather than technical implementation of classroom-based counseling services.<br /><br /><strong>Important Information: </strong>This journal is published twice a year, in November and May.</p> <p data-start="776" data-end="1089">Registered with BRIN and <a href="https://issn.perpusnas.go.id/">PERPUSNAS</a> with [e-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20251205481006232">3123-4798</a>]</p> https://www.journal.unucirebon.ac.id/index.php/counselive/article/view/2305 Penggunaan Gawai dan Perubahan Regulasi Perilaku Anak Usia Dini pada Lingkungan Homeschooling di United Kingdom 2026-07-16T13:31:07+00:00 Tyas Nurul Mubina Ramdhani nurultyas98@gmail.com <p style="font-weight: 400;"><em>The development of digital technology has transformed parenting and early childhood learning patterns, including in families practicing homeschooling abroad. This study aims to analyse the relationship between the intensity of gadget use and emotional regulation, learning concentration, and social behaviour of 6-year-old children in the context of homeschooling in Liverpool, England. The method used is a literature review combined with reflective case study based on daily observation.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>&nbsp;</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>The findings indicate that high-duration gadget use without control may be associated with increased aggressive behaviour, attention difficulties, and challenges in emotional regulation (Cerniglia et al., 2021; Skalická et al., 2019). However, guided and educational-based gadget use can also enhance vocabulary, curiosity, and children’s cognitive understanding (Madigan et al., 2020). On the other hand, physical activity has been shown to play an important role in improving children’s focus and emotional stability.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>This study identifies a paradox in gadget use within homeschooling contexts, where screen time serves both as a learning necessity and a developmental risk factor when not properly managed. This research contributes to early childhood education and counselling studies by highlighting the dynamics of digital technology use in cross-country homeschooling contexts.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> 2026-05-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 COUNSELIVE: Jurnal Konseling Kehidupan https://www.journal.unucirebon.ac.id/index.php/counselive/article/view/2308 Peran Dukungan Keluarga dalam Mengurangi Risiko Drop Out Akibat Kesulitan Belajar 2026-07-09T09:22:49+00:00 tria affifah wulandari triaaffifahwulandari12@gmail.com <p>Di Indonesia, data putus sekolah relatif tinggi dan berada di posisi kedua negara dengan <br>persentase tingkat putus sekolah yang tinggi. Pemerintah belum mampu mengatasinya. Oleh <br>karena itu, perlu diperiksa faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak-anak putus sekolah <br>menengah, baik pada tahun pertama, kedua maupun terakhir. Kesulitan belajar yang dialami siswa <br>sering kali menjadi pemicu utama, diperparah oleh faktor motivasi rendah, tekanan akademik, <br>serta keterbatasan dukungan lingkungan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran <br>dukungan keluarga dalam mengurangi risiko drop out akibat kesulitan belajar melalui pendekatan <br>systematic literature review. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, <br>termasuk jurnal pendidikan, dan artikel penelitian yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa <br>dukungan keluarga—baik berupa perhatian emosional, pendampingan belajar, maupun bantuan <br>ekonomi—berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi dan ketahanan siswa menghadapi <br>kesulitan akademik Selain itu, penelitian lain menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam <br>proses pendidikan mampu menekan angka putus sekolah secara konsisten . Dengan demikian, <br>dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor protektif yang penting dalam <br>mencegah drop out akibat kesulitan belajar, sehingga kolaborasi antara sekolah dan keluarga perlu <br>diperkuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya dukung</p> <p>&nbsp;</p> 2026-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 COUNSELIVE: Jurnal Konseling Kehidupan https://www.journal.unucirebon.ac.id/index.php/counselive/article/view/2309 Hubungan Kecanduan Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menegah Pertama 2026-07-16T13:42:39+00:00 ainul bayu bayufadillah34@gmail.com <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kecanduan media sosial telah menjadi fenomena yang mempengaruhi kalangan remaja dan diduga kuat mempengaruhi fokus serta prestasi akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Kecanduan media sosial terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kusioner bersekala likert secara berani melalui google form, sedangkan data nilai prestasi siswa diperoleh melalui rata-rata nilai rapor semester terakhir. Sampel penelitian ini berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">simple random sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60%) memiliki tingkat kecanduan media sosial yang tinggi, dengan durasi penggunaan gawai melebihi 4-5 jam sehari dan sering terjaga hingga larut malam. Berdasarkan analisis data, terdapat keselarasan pola di mana 10 dari 12 siswa yang mengalami Kecanduan tinggi memiliki nilai rata-rata rapor di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 75). Dampak Kecanduan ini memicu prokrastinasi akademik dan penurunan konsentrasi belajar di kelas akibat kelelahan fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecanduan media sosial berdampak negatif secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa, sehingga diperlukan pengendalian diri yang lebih kuat dari siswa serta pengawasan yang intensif dari orang tua dan guru.</span></span></p> 2026-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 COUNSELIVE: Jurnal Konseling Kehidupan