Perbedaan Karakter Atlet Tim dan Atlet Individu
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v3i2.1791Kata Kunci:
Atlet, Atlet Perorangan, Bulu Tangkis, Sepak BolaAbstrak
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik psikologis atlet yang berpartisipasi dalam olahraga tim dan olahraga individu, khususnya siswa dari Sekolah Pelatih Bulu Tangkis Jadimulya dan Sekolah Sepak Bola Putra Bisma. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan atlet dari kedua institusi tersebut sebagai subjek. Manusia berfungsi sebagai instrumen penelitian utama, didukung oleh pedoman observasi dan wawancara yang digunakan untuk mengeksplorasi ciri-ciri psikologis yang relevan dengan setiap konteks olahraga.
Materi dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan psikologis yang jelas antara atlet tim dan atlet individu. Atlet tim, seperti pemain sepak bola, sangat bergantung pada kemampuan kerja sama, komunikasi yang efektif, dan motivasi kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Mereka harus menavigasi dinamika tim, mengelola hubungan interpersonal, menyelesaikan konflik, dan menjaga kekompakan tim untuk memastikan kinerja yang optimal. Kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan untuk berfungsi dalam lingkungan sosial yang terstruktur muncul sebagai karakteristik penting. Sebaliknya, atlet individu seperti pemain bulu tangkis menunjukkan kemandirian yang lebih kuat, motivasi pribadi, dan pengaturan diri. Keberhasilan mereka sebagian besar bergantung pada penguasaan keterampilan individu, konsistensi, dan ketahanan mental di bawah tekanan. Atlet individu mengembangkan strategi pribadi, menekankan inovasi dalam teknik, dan dituntut untuk mengelola stres kompetitif tanpa bergantung pada rekan satu tim. Kreativitas dalam bulu tangkis berakar pada eksekusi teknik, sementara kreativitas dalam sepak bola cenderung muncul melalui strategi kolektif dan formasi tim.
Hasil. Temuan ini juga menyoroti kecenderungan karakter yang berbeda: atlet bulu tangkis menunjukkan tingkat otonomi yang tinggi dan fokus pada penyempurnaan kinerja pribadi, sedangkan atlet sepak bola bergantung pada kerja sama tim, koordinasi, dan sinergi kelompok.
Kesimpulan. Perbedaan psikologis yang signifikan membedakan atlet tim dari atlet individu. Atlet olahraga tim membutuhkan keterampilan komunikasi, motivasi kolektif, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam dinamika tim, sementara atlet olahraga individu memprioritaskan kemandirian, ketahanan mental, motivasi diri, dan pengembangan keterampilan otonom.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2023 Muhammad Syahida Rizqy, Fajar Kurniawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




