Pengaruh Kecepatan, Fleksibilitas, dan Kekuatan Ledakan Otot Kaki terhadap Kemampuan Tendangan Bulan Sabit pada Atlet Pencak Silat Muda
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2082Kata Kunci:
Kecepatan, Fleksibilitas, Kekuatan Kaki, Tendangan Bulan Sabit, Analisis LintasanAbstrak
Tujuan penelitian. Performa tendangan sabit sangat penting dalam pencak silat, namun bukti yang ada tentang bagaimana kecepatan, fleksibilitas, dan kekuatan eksplosif otot kaki berinteraksi untuk menentukan keterampilan ini di antara atlet muda masih terbatas, terutama mengingat pencapaian yang kurang optimal di Kabupaten Pelalawan pada kompetisi POPDA. Penelitian ini mengkaji pengaruh langsung dan tidak langsung dari ketiga komponen biomotor ini terhadap kemampuan tendangan sabit di antara atlet muda berusia 14-17 tahun di Kabupaten Pangkalan Kerinci.
Bahan dan metode. Pendekatan kuantitatif dengan desain analisis jalur digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 44 atlet pencak silat muda berusia 14-17 tahun di Kabupaten Pangkalan Kerinci menggunakan pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes lari cepat 30 meter, tes split depan, tes lompat jauh berdiri, dan tes tendangan berulang 10 detik. Analisis data menggunakan Jamovi versi 2.6.44.
Hasil. Kecepatan secara langsung memengaruhi kemampuan tendangan sabit (0,657; p<0,001). Fleksibilitas juga menunjukkan pengaruh langsung (0,281; p<0,001). Kekuatan eksplosif otot kaki menunjukkan efek langsung (0,332; p<0,001). Kecepatan menunjukkan efek tidak langsung melalui kekuatan eksplosif otot kaki (31,1%; p<0,001), sedangkan fleksibilitas menunjukkan efek tidak langsung yang lebih kuat (63,4%; p<0,001). Ketiga variabel tersebut secara simultan memengaruhi kemampuan tendangan sabit (F=320; p<0,001; R²=0,960). Kekuatan utama adalah penggunaan analisis jalur, sedangkan keterbatasannya adalah desain cross-sectional dan 4% varians yang tidak dijelaskan.
Kesimpulan. Kecepatan, fleksibilitas, dan kekuatan eksplosif otot kaki secara signifikan memengaruhi kemampuan tendangan sabit. Kekuatan eksplosif otot kaki berfungsi sebagai mediator parsial, terutama dominan dalam hubungan fleksibilitas-tendangan sabit. Implikasi teoritis memperkaya pengetahuan ilmu olahraga mengenai mekanisme mediasi. Secara praktis, program pelatihan harus mengintegrasikan ketiga komponen ini secara sistematis. Penelitian eksperimental di masa mendatang direkomendasikan untuk menguji efektivitas program pelatihan dan mempertimbangkan faktor tambahan seperti koordinasi, keseimbangan, dan aspek psikologis.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Irfan Fuady, Hendri Neldi, Vega Soniawan, Alnedral Alnedral

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



