Revitalisasi Objek Wisata: Strategi Promosi serta Pengembangan Curug Lieseng dan Kolam Renang di Desa Cacaban

Penulis

  • Rafa' Fadhilah Anhar UIN Walisongo Semarang
  • Iis Istiqomah UIN Walisongo Semarang
  • Muhammad Ja’far Hamman Ismail UIN Walisongo Semarang
  • Siti Famiarsih Arba’ati UIN Walisongo Semarang
  • Tariza Lailatul Muna UIN Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.52188/junu.v3i1.1806

Kata Kunci:

Revitalisasi, Strategi Promosi, Pengembangan Wisata

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengidentifikasi terkait strategi pengembangan daya tarik objek wisata curug lieseng dan kolam renang di Desa Cacaban, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Potensi yang ada didalam desa ini belum tereksploitasi secara optimal akibat kurangnya promosi dan infrastruktur terbatas. Pentingnya penelitian ini terletak pada upaya revitalisasi untuk mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode deskriptif digunakan untuk meneliti dan menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat kondisi objek wisata Curug Lieseng dan Kolam Renang di Desa Cacaban. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan wisata, strategi promosi efektif melalui media sosial dan paket wisata terintegrasi, serta rekomendasi pengembangan seperti penambahan fasilitas ramah lingkungan dan acara budaya lokal. Kesimpulan utamanya adalah revitalisasi ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata tetapi juga memberdayakan komunitas ekonomi secara mandiri, menjadi model pengabdian berkelanjutan untuk desa-desa serupa di Indonesia.

Diterbitkan

2026-02-01

Cara Mengutip

Anhar, R. F., Istiqomah, I., Ismail, M. J. H., Arba’ati, S. F., & Muna, T. L. (2026). Revitalisasi Objek Wisata: Strategi Promosi serta Pengembangan Curug Lieseng dan Kolam Renang di Desa Cacaban. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Untukmu Nusantara, 3(1), 1-6. https://doi.org/10.52188/junu.v3i1.1806

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama